Welcome, Guest. Please login or register.
April 20, 2014, 06:08:38 PM
Home Help Search Login Register
News: Pengusulan NUPTK Kembali kami buka via PADAMU NEGERI, dengan ketentuan sudah mendapatkan bintang 4, info selengkapnya hubungi Dinas Pendidikan

+  Dinas Pendidikan - Aceh Selatan
|-+  Cerita Motivasi
| |-+  Motivasi
| | |-+  Mensyukuri Nikmat
0 Members and 1 Guest are viewing this topic. « previous next »
Pages: [1] Print
Author Topic: Mensyukuri Nikmat  (Read 224 times)
hendrix
Jr. Member
**
Posts: 59



View Profile Email
« on: September 07, 2013, 09:59:49 AM »

"Ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum"


Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda. Seorang anak tuna netra duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya.

Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya tuna netra, kasihanilah saya.” Ada Seorang pria dewasa yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria kaya itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya, dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria dewasa itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria dewasa itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya. Pria itu menjawab, “Saya menulis ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya’. Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata kata motivasinya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.“
Logged
Pages: [1] Print 
« previous next »
Jump to:  


Login with username, password and session length

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.13 | SMF © 2006-2011, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Page created in 1.975 seconds with 18 queries.